5 POIN UTAMA KEKECEWAAN KARYAWAN

Oleh webmaster

Jumat, 13 Juli 2007

Seorang bos tidak mungkin disukai oleh semua karyawannya. Tetapi tidak
berarti bahwa bos dapat berlaku semena-mena. Maka untuk meminimalisir
kekecewaan karyawan pada si bos, seorang bos yang baik perlu mengetahui
alasan-alasan umum mengapa seorang karyawan membenci bosnya, sehingga sang
bos dapat memberikan respons yang cepat dan efektif.

1. Karyawan membutuhkan respek. Salah satu keluhan terbesar seorang
karyawan tentang bosnya adalah kurangnya respek sang bos terhadapnya.
Kebanyakan karyawan merasa si bos tidak menghargai privacy,
kemampuan/keahlian serta kehidupan pribadi mereka. Oleh karenanya, sang
bos harus berusaha memberikan respek pada setiap karyawannya. Patut
diingat bahwa respek cenderung bersifat timbal balik. Dengan demikian,
menunjukkan respek pada karyawan adalah suatu cara yang paling efektif
untuk mendapatkan respek dan kesetiaan dari karyawan.

2. Karyawan tidak menyukai “micromanagers” dan “under managers”. Seorang
bos yang buruk bertindak seperti orang tua yang cerewet. Seorang bos yang
baik, di lain pihak, akan memperlakukan karyawannya seperti orang dewasa.
Ini artinya memberikan ruang dan waktu bagi si karyawan untuk
menyelesaikan pekerjaannya. Intinya : Jika karyawan anda adalah karyawan
yang bagus, jangan melakukan “micromanagement”. Biarkan mereka melakukan
pekerjaannya. Akan tetapi berhati-hatilah agar tidak terjebak pada
kebalikan dari “micromanagement” yaitu “under-management”. Karyawan yang
“under managed” mendapatkan sedikit atau bahkan tanpa support dari bosnya,
baik support material, emosional ataupun financial. Support yang tidak
cukup ini juga akan menimbulkan kekecewaan dan rasa apatis dari si
karyawan. Mereka akan berpikir : Jika bos saya acuh tak acuh, mengapa saya
harus peduli ?

3. Karyawan tidak merasa mereka dibayar dengan baik. Memang jarang
terdapat sebuah perusahaan dimana karyawannya merasa telah dibayar dengan
baik. Mungkin ini adalah kecenderungan sifat manusia untuk merasa kurang
dihargai. Meskipun begitu, seorang bos yang baik dapat meredam kekecewaan
karyawan itu dengan menjelaskan sistim penggajian di perusahaan dan dengan
menemukan cara lain untuk memberikan kompensasi bagi karyawan.

4. Karyawan cenderung tidak menyukai rapat sebagai suatu keharusan. Rapat
adalah “necessary evil”. Untuk itu, perlu dibuat agar rapat menjadi lebih
tidak menjengkelkan dengan merencanakan rapat secara seksama, menetapkan
kerangka waktu yang ketat, membuat jelas tujuan dan rencana aksi, dan
membuat suasana yang kondusif bagi karyawan untuk menyampaikan pendapatnya
secara terbuka tanpa resiko “pembalasan”. Bahkan mungkin akan membantu
bila pada saat-saat tertentu, dimintakan feedback dari karyawan tentang
bagaimana membuat rapat menjadi lebih efektif.

5. Karyawan perlu merasa dihargai. Jika kreatifitas atau kerja keras tidak
dihargai, karyawan – seperti orang lain juga – akan cenderung merasa
kecewa. Rasa kecewa akan berkembang menjadi rasa apatis. Untuk itu, adalah
hal yang penting bagi bos ataupun manager untuk menunjukkan bahwa mereka
melihat dan menghargai kerja baik karyawan. Sedikit pujian memberikan efek
yang besar. Bahkan pujian dengan kata-kata terkadang sama memuaskannya
bagi karyawan, seperti halnya promosi atau kenaikan gaji. Yah tidak persis
sama, ..hampir.

Sebagai kesimpulan, kebanyakan alasan seseorang karyawan kecewa atau
bahkan membenci bosnya bukanlah karena sesuatu yang berhubungan dengan
latar belakang, personality atau hal-hal lain yang di luar kontrol si bos.
Akan tetapi kebanyakan – jika tidak semua – permasalahan dapat
diselesaikan jika sang bos sadar akan hal-hal yang menimbulkan kekecewaan
karyawan ini, dan mengambil langkah-langkah antisipasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s